Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2010

Kamu "arti cinta ku"

Kasihmu meringankan derita hidupku...
Cintamu meluluhkan hatiku yang telah lama membeku...
Perhatianmu mengubah jalan hidupku...
Setiap detik ku'kan selalu mencintaimu,tanpamu ku bukanlah siapa-siapa...

Tak'kan ada badai yang meruntuhkan cintaku padamu...
Tak'kan ada ombak besar yang mengoyahkan hatiku untukmu...
Tak'kan ada lagi malam yang sunyi tanpa dirimu...
Ku'kan slalu mencintaimu setiap detik hidupku hingga nafas terakhirku...

Impian ku



Ku ingin terbang bersama mu
melintasi udara
tapi ku tak mau seperti balon ini
yang akan sirna oleh katajaman perintang

Dengarkan " love me"



Dengarkan lah suara hati ku
duhai cintaku
seperti aku
yang selalu mendengar detakan cinta mu

Abadi Bersama Mu



Ku tak mau cinta ini hilang
oleh desiran ombak di lautan
ku tak mau semuanya berlalu
tetaplah disini

Heart Lover



Kan selalu ku genggam cinta ini
takkan terlepaskan dari genggaman hidup ku
selalu bersama jiwa ku yang hidup

Jiwa mu




Tak ada sesuatu yang indah
cuali indahnya ciptaan mu
tak ada sesuatu yang sempurna
cuali sempurnanya ciptaan mu

Allah..


Desa Ku



Tak dapat ku lupakan nikmatnya
sungguh keindahan yang tak dapat terpisahkan
dalam hidup ku

Asri



Alam ku adalah jiwa ku
hati ku akan menyatu bersama damainya

Love me

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tapi sayang itu kini hanya mimpi
karna diri mu begitu jauh
gunung yang menjulang membatas kita
ruang dan waktu yang memisahkan kita
tak tau kapan kebersamaan itu cepat kembali

Dera heart me

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata lirihan hati
kepada semua yang kini duduk menyaksikan kepedihan ku
merasuki urat nadi ku.

Rapuh

Maaf jika hidupku adalah kiasan
nampaknya aku tak punya judul lagi
kadang aku merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa kahlil gibran
namun kadang aku menemukan ketidak bernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
semangat yang kadang sirna
bersama judul tulisan-tulisan tentang hidup ku yang semakin kabur

persembahan tercinta

Adakah aku akan melihat engkau
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
pepanjang jalan hidup ku
ku akan siapkan wadah untuk menampung air mata kita
pasti air mata keharuan untuk mu
Ayah, bunda ku

Hilang

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

Senin, 18 Januari 2010

Abadi

Berjalan di padang nan gersang
di hadang debu, di terjal topan
dan di terkam terik mentari
Bersama kita lalui ribuan perintang
mengikat cinta demi gapaian cita-cita

Dengan pasti

Tiada Gunung yang terlalu tinggi
untuk ku daki dalam perang.
Tiada jurang terlalu dalam
untuk aku turun kemedan juang.

Hutan rimba padang ilalang.
Guru-gurun nan jauh disana.
Tak peduli panas terik, hujan ritai.
Tapi aku akan tetap,
maju terus.........
maju terus.........

Kiasan Batin Ku

Kawah takkan penuh dengan genangan,
kalau awan tak bersedih.

Hidup takkan penuh dengan derita,
jika selalu tegar menjalaninya.

Sebuah Pengorbanan

Di tanggung semua luka menjadi indah,
dan langit ku dekatkan jaraknya.
Bersama burung-burung aku mengembara kesunyian,
kelelahan ku di terbangkan oleh angin.

Tergores sebuah pena menjadi puisi
Gugur sehelai daun menjadi buku,
dan semua luka di tanggung menjadi tawa,
semua bahagiapun menjadi derita,
dan dukapun di tanggung menjadi kasih cinta